Selasa, 18 Maret 2014
manfaat zaitun
hari itu hawa di kelasku terasa panas sekali. Aku dan teman-temanku asyik mengipas-ngipas badan dengan buku mengusir hawa panas yang terus membakar tubuh. Gerah, letih, dahaga, semuanya mulai terasa. Ku rasa, berteduh di bawah pohon cemara di halaman sekolah sangat tepat untuk menghilangkan panas dengan hembusan angin dan tak perlu repot-repot mengipas badan lagi. Ah! masih saja. Fikirku meleset. Terik matahari semakin menjadi-jadi membakar sekujur tubuhku. Tenggorokanku semakin mengering.
“dingin, es! ya! itu dia!!”. ku teguk lidahku kencang-kencang melihat penjual es yang berjajahan di pinggir jalan. Hanya dengan uang receh sebesar lima ratus rupiah setungkup es sudah siap ku sedot. Rasa dahagaku sudah semakin membuatku bernafsu untuk merasakan dinginnya es yang baru saja ku beli. Belum sesedot pun es kucicipi, rasa dahagaku sudah tak ku hiraukan lagi. Tersebab seraut wajah yang seketika membuatku mematung. Seraut wajah yang memberi kesejukan pada pandangan. Denyut nadiku semakin memuncak menatapi gadis berseragam putih abu-abu itu.
Luar biasa! sorotan matanya begitu tajam. Ku kira dia akan menebar senyum pada diriku yang termangu dengan mata melotot ini. Tapi nyatanya dia malah tertawa lepas sambil menutupi mulutnya dengan tangan kanannya melirik manis padaku.
“astaga! sialan! aku kecolongan”. Sontak saja aku merasa bingung dan memegang kepalaku sendiri. Rupanya setungkup es yang ku pegang sudah diambil orang tatkala tadi aku diam tak sadar. Baru ku paham mengapa gadis itu tertawa. Secepat kilat aku berlari meninggalkan tempat itu. Betapa malunya aku.
Meski wajahnya tak lagi tampak namun benakku seakan terus dihantui oleh jelmaan wajahnya. Aku merasakan getaran di hatiku yang tak seperti biasanya. Ada detakan yang khusus untuk gadis itu. Ya. Aku mulai menyukainya. Secepat mungkin aku mencari tahu nomer ponselnya. Syukur saja teman dekatku sendiri ada yang punya jadi aku tak usah susah-susah mencari. Dengan perasaan gugup, gemetar dan gerogi ku coba mengirim sebuah pesan ke nomer itu. Tanpa tersadar keringat dingin mulai mengalir di dahiku.
“siapa ya?”. Balasnya lewat pesan singkat pula. Ku rasa dia terheran karena ada nomer baru yang masuk.
“aku yang kemarin kamu tertawakan di penjual es”. Jawabku mendeskripsikan diriku melalui kejadian kemarin.
“hahaha iya iya aku ingat. Siapa namamu?”
“perlu kenalan?”. Tanyaku sedikit jual mahal.
“terserah… tak kenal maka tak sayang. Meskipun pepatah lama tapi tetap fleksibel”.
“ungkapan yang sangat bijak. Baiklah, aku Afandi. Kamu?”
“haruskah kita kenal nama? Kita kan bisa akrab meskipun tak kenal nama”. Ujar gadis yang cukup cerdik dan sedikit menjengkelkan ini.
“kalau begitu aku bisa memanggilmu siapa?”. Sedikit ku hela nafasku yang sebenarnya mulai tidak sabar meladeni gadis ini.
“rupanya kau tak mau menyerah”. Jawabnya simple tak memberi jawab.
“sebelum hutangmu kau bayar aku akan menagihnya terus”.
“lho? Hutang apa mas?”.
“namamu”.
“sepertinya kau terlalu ambisi untuk mengenaliku. Ada apa?”. Pertanyaan gadis ini cukup membuatku repot untuk menjawab. Harus ku kuras fikiranku supaya mendapatkan jawaban yang pas dan tidak norak.
“aku atau kamu yang ambisi? Karena kau menjaga sikap untuk tetap begitu padaku seolah kamu ingin supaya aku benar-benar mengenalimu. Benar bukan?”. Jawabku tak mau kalah menantangnya untuk menguras fikiran juga. Ia nampak bingung sebab pesanku belum juga dibalas.
“mungkin saja. Aku Vicka”. Sudah ku duga bahwa ia akan mati kutu.
Tambah hari aku semakin akrab saja dengan Vicka. Bahkan disaat aku tengah sibuk dengan aktifitasku dia selalu mengirimku pesan singkat mengingatkanku untuk teratur makan dan menjaga kesehatan. Tentu saja perhatiannya ini tak ku abaikan.
“Vicka, kau membuatku semakin ingin mengenalmu lebih dalam lagi”. Batinku saat membaca sms darinya. Ada keinginan untuk menghubunginya via telfon. Dengan perasaan gugup, ku coba saja menghubunginya. Ia pun mengangkat telfon dariku. Perbincangan dari hal-hal kecil mulai mengalir antara aku dan dia sampai ku rasa itu hanya basa-basi sebab ada maksud lain yang sebenarnya ingin ku sampaikan lewat perbincangan telfon ini. Aku ingin menyampaikan hal yang sudah sejak awal mengenalnya. Ya. Perasaan yang mungkin sudah menggelora begitu dahsyat yang belum dia sangka dan dia ketahui. Akhirnya ku beranikan saja untuk mengutarakan maksud hatiku padanya. Tak pernah ku duga bahwa ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama. Dengan tanpa ragu dia jujur bahwa dia juga menyukaiku.
Suatu hari aku mengajaknya pergi ke pantai. Aku bermain sepuas mungkin bersamanya di pantai itu. Saling siram air dan menulis nama di pasir yang kemudian terhanyut ombak yang datang. Setelah seharian penuh menikmati keindahan pantai, aku pun memutuskan untuk beristirahat di pinggir pantai bersama Vicka. Tak satu pun kata terucap dari bibir kami. Mulutku terkatup diam. Namun akhirnya dia memulai percakapan. Dia hanya ingin memberi tahu aku bahwa dia sudah punya tunangan dan hanya menunggu hari orangtuanya akan menikahkannya dengan tunangannya. Meskipun begitu ia tetap bersikukuh dengan perasaannya padaku. Dia berjanji padaku bahwa dia yang akan menjadi ibu dari anak-anakku. Dia memutuskan untuk kabur denganku ke luar kota. Sesuai janji aku dan dia akan berangkat besok pagi.
Pagi harinya, aku sudah menantinya di terminal bus jurusan surabaya-jogja. Jam digital di handphoneku sudah ku aktifkan. Jam menunjukkan pukul 05:00 tapi dia masih belum juga datang hingga ponselku sudah tidak bisa menyala lagi. Rasa khawatir mulai menghantuiku. Aku khawatir dia tidak diizinkan keluar rumah oleh orangtuanya.
Tiba-tiba nampak dari kejauhan sana. Tepatnya dari arah barat sebelah kananku seorang gadis mengenakan pakaian serba merah tengah naik sebuah becak. Aku mulai cemas. Benarkah dia orang yang sedang ku tunggu? Aku meneliti penuh seksama.
SEKIAN
Senin, 17 Maret 2014
Jumpa pertama ku dengannya di satu sore yang cerah
Singkat kata singkat cerita ku berjalan dengannya
Namun apa yang aku rasa mungkinkan ini cinta
Dan hatiku bayangkan dirimu mulai ada rindu
Dunia ku terhenti karena kamu
Mungkin bisa jadi milikku
Semoga lagu cinta ini bersarang tepat di hatimu
Satu kali ku bertemu dualam sudah rasaku
Tiga kata yang ku tahu aku cinta padamu
Empat malam ku menunggu jawaban cinta darimu
Lima tanda yang kau beri enampaknya kau cinta padaku
Dan hatiku bayangkan dirimu mulai ada rindu
Dunia ku terhenti karena kamu
Mungkin bisa jadi milikku
Semoga lagu cinta ini bersarang tepat di hatimu
1 2 3 4 5 dan 6 rasa ku tanam cintamu akan kembang
Begitulah proses akan menangkap hati darimu
Ya namanya orang juga lagi usaha, mau gimana lagi
Kau di sana ku di sini aku tersipu artinya malu
Satu kali ku bertemu dualam sudah rasaku
Tiga kata yang ku tahu aku cinta padamu
Empat malam ku menunggu jawaban cinta darimu
Lima tanda yang kau beri enampaknya kau cinta padaku
Satu kali ku bertemu dualam sudah rasaku
Tiga kata yang ku tahu aku cinta padamu
Empat malam ku menunggu jawaban cinta darimu
Lima tanda yang kau beri enampaknya kau cinta
Enampaknya kau cinta enampaknya kau cinta padaku
Enampaknya kau cinta padaku
dongeng bahasa sunda
Cai Laut Asin

Kacatur jaman baheula aya dua jalma adi lancek. Nu cikal ngarana Jana, ari nu bungsu Jani.
Ki Jana ka asup jelema benghar, lega sawah lega kebon. Tapi koret, tara barang bere jeung tutulung. Tapi Ki Jani mah bari jeung miskin oge ari boga rejeki teh sok mere kanu butuh.
Hiji poe Ki Jani nginjem beas ka Ki Jana tapi manan dibere malah dicarekan. Untung pamajikan Ki Jana karunyaeun. Susulumputan ti salakina mere beas ka Ki Jani sacangkir jeung lauk asin. Bari nalangsa Ki Jani balik ditengah jalan aprok jeung aki-aki awakna begang lempangna rumanggieung, atuh karunyaeun diajakan ka imahna. Nepi imah beas dibubur saenggeus asak didalahar bareng. Isuk-isuk keneh aki-aki teh geus pamitan. Memeh indit aki-aki teh mere jimat ka Ki Jani mangrupa lilisungan jeung haluna tina perak. “Naon wae anu dipikahyang ku ujang, sebutkeun wae bari nyebut Tutu! Tutu! Tutu!’tilu kali,” ceuk aki-aki teh, engke tangtu haluna nutu sorangan, sarta anu dipikahayang kaluar tina jero lisung. Ngereunkeunana lisung kudu dibere taneuh saetik.
Gancangna carita Ki Jani geus benghar, tapi tetep resep ngabantu jeung tutulung kanu susah. Barang Ki Jana ngadenge adina beunghar manehna sirik , bari boga niat jahat hayang miboga jimat eta. Hiji peuting Ki Jana datang Ka Jani, ku Ki Jani dicaritekeun kabeh ka Ki Jana carana make lisung. Terus dibawa minggat ku lanceukna ka alas pentas. Mangsa dina kapal geus eweuh uyah Ki Jana menta kalisung uyah kaluar uyah teh teu ereun-ereun, Ki Jana poho teu mawa taneuh. Nepi ka kapalna kelebuh teleum. Ti harita cai laut jadi asin.
Rincian Dongeng:
Tema : Perang Duduluran
Judulna : Cai Laut Asin
Bahasana : Kasar
Alur/plot : Ngagunakeun alur maju
Cara Nyarita/ Sudut Pandang : orang ka 3 palaku utama
Palakuna : Dua urang adi lanceuk: lanceukna Ki Jana, Adina Ki Jani.
Watek palakuna :
Ki Jana = Sarakar, koret, embung tutulung kanu susah.
Ki Jani = Bageur, berehan, daek tutulung kanu susah.
Tempat/latar : Jaman baheula di hiji lembur.
Eusi/hikmah nu bisa di cokot :Jadi jalma ulah koret jeung jahat, siga Ki Jana anu tung-tungna bakal cilaka. Kudu kos Ki Jani bageur sok daek nulungan batur, hirupna jadi senang tur tentrem
Bahaya Softlens Bagi Mata dan Cara Menggunakannya Dengan Benar
- Iritasi dan mata merah
Ini adalah bahaya softlens yangpaling sering terjadi. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti debu, pemakaian yang kurang benar dan terlalu lama dipakai. Oleh karena itu, agar tidak mengalami iritasi sebaiknya jaga softlens tidak terkena debu dan pakai dengan cara yang benar. Bagaimana? Yang paling pertama dan paling utama yang harus diingat adalah tanganmu harus steril ketika memakai softlens. Pastikan juga untuk tidak memakainya terlalu lama. Tetes mata khusus softlens bisa secara rutin kamu gunakan untuk memberikan efek lega ketika memakainya. - Terlalu longgar atau terlalu ketat
Softlens bisa menjadi terlalu longgar atau bahkan terlalu ketat seperti sangat menempel ke mata disebut hypoxia. Hal ini dikarenakan pemilihan kadar air yang salah ketika membeli softlens. Maka dari itu sesuaikan dengan keadaan mata. Jika matamu memang sudah memiliki banyak kandungan air mata, pilihlah softlens dengan kadar air lebih sedikit. Sedangkan mata yang cenderung kering sebaiknya pilih softlens dengan kadar air tinggi.
Rabu, 12 Maret 2014
BANDUNG PARIS VAN JAVA
BANDUNG PARIS VAN JAVA
pertama bandung punya tempat objek wisata yang mungkin tidak asing bagi warga bandung yaitu GUNUNG TANGKUBAN PERAHU yang sudah terkenal dari legenda nya seorang anak yang mencintai ibu kandung nya sendiri.
tempat ini memiliki kawasan yang sangat indah sekali terutama di bagian kawah nya yang terlihat cekung ke bawah yang menurut legenda sihh itu bekas perahu yang di tendang dan jatuh ke dasar gunung itu ...
Selasa, 11 Maret 2014
good bye
GOOD BYE
Senja mulai menampakkan diri, walau senja itu akan digulung oleh malam nantinya, tapi senja masih sempat memberikan keindahan pada dunia walau hanya sesaat, walau hanya selayang pandang, walau hanya sekilas namun efeknya sangat luar biasa terhadap keindahan dunia.
“Rilla, jangan tinggalkan aku!” pinta Ryan sambil memegang erat kedua tangan Rilla.
“maafkan aku yan, aku harus pergi! Tak ada gunanya bukan aku di sini?”
kata Rilla sambil memcoba melepaskan eratnya pegangan Ryan, namun Rilla
tak berhasil.
“Lepaskan tangan ku.” kata Rilla berang.
“Aku tak akan melepaskannya.”
“Mau mu, apa hah?”
“Aku tak mau apa-apa, aku hanya ingin kamu disini, tetap disini bersamaku.” Ryan memelas.
“Aku gak bisa, aku harus pergi!”
Ryan hanya menggeleng, menolak semua kata-kata Rilla itu, wajahnya
memelas minta dikasihani. Tanpa dirasa mata Ryan mulai berair.
“Alasan apa yang akan kamu gunakan untuk meninggalkan ku, bukankah kita saling cinta!”
“Itu lah alasannya. Cinta alasannya, aku tak sungguh-sungguh
mencintaimu!” Rilla menjawab dengan senyum sinisnya. Ryan kaget
mendengar kata-kata dari Rilla, perempuan yang sangat dicintainya,
perempaun yang tak pernah tergantikan di hatinya. Tapi justru bisa
keluar kata-kata seperti itu dari bibir manis Rilla.
“Lepaskan tanganku! Aku tak mencintaimu, ingat, aku tak mencintaimu
Ryan! Tak pernah, cam kan itu!” sambil menunjuk tepat ke wajah Ryan.
Seperti disambar petir, Ryan tak bergeming, seakan seluruh tubuhnya tak
berdaya. Dia memandang lekat-lekat mata sang pujaan hatinya itu, namun
dia tak melihat mata Rilla yang dulu lagi dan di mata itu pun tak ada
lagi bayang Ryan, yang ada hanya kemarahan. Perlahan-lahan Ryan
melepaskan genggaman tangannya yang memegang erat jemari Rilla. Rilla
berlari meninggalkan Ryan seorang diri terpaku di senja nan mulai
digulung oleh gelapnya malam. Rilla mulai jauh dari pandangannya, mulai
tak tampak. Namun dengan sekejap dia sadar dan langsung berlari mengejar
Rilla”
“Tunggu, Rilla, tunggu.” Teriak Ryan, tapi Rilla tak menghiraukan, terus
berlari menjauh dari Ryan. Semakin kencang dia mengejar, semakin jauh
bayang Rilla dan tiba-tiba kakinya tersandung dan terjatuh.
BRUUKH…
Aww aww… ucap Ryan sambil mengelus keningnya yang mencium marmar, “loh,
dimana aku? Bukannyanya tadi di pantai, kok bisa di kamar?, berarti tadi
hanya mimpi.” Pikir Ryan, dan benar saja, tadi hanya mimpi. “Amit-amit,
jangan sampai mimpi itu jadi kenyataan. Tak tau apa jadinya nanti kalau
sampai kamu meninggalkan ku Rilla” lanjutnya.
—
“Sayang, kamu kenapa? Kok bengong gitu, dimakan gih makanannya,” kata
Rilla sambil menyenggol tangan kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Ryan.
Ryan hanya kelimpungan, ahh ternyata mimpinya semalam masih menghantui
pikirannya, dia masih kepikiran dengan mimpi itu, kenapa pula
tumben-tumbennya dia bermimpi seperti itu. Ryan kembali bengong.
“Sayang?” kembali Rilla memanggil, tapi tetap saja Ryan masih bengong
dengan pikirannya yang melayang-layang, raganya aja yang disini, tapi
pikirannya berada dalam mimpinya malam tadi.
“RYAAAAN…” Panggil Rilla berang, suaranya keras, semua orang yang berada
di café itu langsung melihat ke arah mereka berdua, Rilla jadi salah
tingkah, malu sendiri karena suaranya yang cempreng itu, sedangkan Ryan
kaget setengah mati, dia hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak
gatal, dia jadi merasa salah sendiri.
“Duh, maaf sayang. Tadi ngelamun!” kata Ryan nyengir
“Ngelamuin apaan sih? Ngelamunin cewek lain?” Tanya Rilla ketus.
“Gak kok, cewek aku itu hanya kamu seorang, gak ada yang lain!” sambil menggenggam jemari kanan Rilla
Rilla hanya tersenyum, tapi di hatinya ia bertanya-tanya, apa yang
sedang dipikirkan oleh Ryan, tidak biasanya Ryan bengong seperti itu,
biasanya Ryan selalu asyik. Tapi tadi dia lebih banyak diam.
“oh ya, habis ini kita kemana?” Tanya Ryan mencairkan suasana yang mulai terasa kaku.
Tterserah,”
“Kok terserah sih, kamu marah?”
“Gak”
“Terus?”
“Gak ada terusnya” balas Rilla cuek
“Kamu kenapa sih, aneh gitu?” Tanya Ryan sebal
“Gamunya yang kenapa?”
“Kok malah Tanya balik sih..” Ryan mulai sebal setengah mati, dan dia
harus mencari cara jitu supaya keadaan membaik, kalau ego sama ego, api
dah yang bakal menyala. Harus ada yang jadi air nya nih untuk memadamkan
api yang sedang membara.
“Ya udah, aku minta maaf, aku sadar tadi aku cuekin kamu. Maafin aku ya”
Ryan mengulurkan jari kelingkingnya dan langsung disambung oleh senyum
manis di bibir Rilla.
Ryan menggengam erat sekali tangan Rilla, enggan untuk melepas walau
hanya sedetik. Mereka berjalan beriringan, melangkahkan kaki,
mengayunkan tangan serta saling melempar senyum. Sungguh pasangan yang
sangat cocok. Tapi meski begitu, perasaan Ryan masih tak tenang, mimpi
tadi malam masih mengganggu, bahkan sangat mengganggu. “lupakan soal
mimpi itu yan, jangan merusak indahnya hari ini.” Ryan membatin.
Meski sekarang sudah duduk di belakang stir mobil, fokusnya bercabang
antara jalan dan mimpi, mimpi itu selalu datang, bahkan Rilla yang
berbicara dari tadi pun diacuhkannya.
Rilla mulai sewot. “Ryan..”
Ryan tak mendengar, sama seperti waktu di café tadi. Rilla mulai sebal,
emosi kembali mendatangi, wajahnya meringis menahan sesak karena marah.
Dipandangi lamat-lamat rupa Ryan, tak ada yang aneh, masih seperti dulu,
masih cakep dengan sedikit kumis di wajahnya, tapi ketika memandang
lamat-lamat mata Ryan dari samping, seperti sedang ada beban yang
dipikulnya, seperti ada sesuatu hal yang disembunyikannya dan jelas itu
membuat Rilla sangat penasaran.
“Kembali lagi deh kayak tadi, kalau punya cewek satu lagi bilang aja,
aku ngerti kok.” Rilla menyindir dan terang saja langsung membangunkan
Ryan dari lamunanya.
“Apaan sih kamu.” Ryan sebal
“Kamu itu yang apaan, dari tadi bengong terus” kata Rilla sambil menatap lurus ke depan
“Aku gak bengong..”
“Kalau gak bengong, terus apa namanya? Ngelamun? Sama aja kale!”
“Aku capek tau, denger kamu marah-marah gak jelas, bentar-bentar langsung sewot tanpa alasan” kata Ryan kesal
Rilla ketawa kecut. “aku gak akan marah kalau kamu gak seperti ini”
“Gak seperti ini bagaimana.” balik bertanya
“Dari tadi ngelamun terus, aku gak pernah kamu anggap dari tadi, aku capek seperti ini terus”
“Kalau capek ya istirahat.” jawab Ryan nyengir, sambil mendinginkan suasana.
“Aku serius yan,” Rilla mulai gregetan. Tapi dia masih penasaran apa
yang sedang terjadi dengan Ryan, tidak biasanya dia seperti ini.
“Aku juga serius, kalau capek ya istirahat dong, gitu aja kok repot,”
maksud ingin mencairkan suasana, eh malah jadi runyam. Rilla langsung
terpancing emosi, dia sedang ingin serius eh malah dicandain, padahal
dalam waktu yang tidak pas, yang dibutuhkannya hanya penjalasan kenapa
dia bersikap aneh hari ini, tak lebih dan tak kurang hanya itu. Tapi
malah Ryan mulai membuat semua menjadi runyam.
“Turunin aku disini!” kata Rilla kesal.
Ryan menoleh dengan kaget, tak menyangka ternyata Rilla akan minta
turun, dan jelas tak akan dilakukannya. Ryan menggelengkan kepalanya.
Rilla mulai uring-uringan sambil menahan emosi, tapi kali ini emosi
benar-benar telah menguasai Rilla, emosi telah menduduki puncak
tertinggi.
“Turunkan aku sekarang, atau aku akan lompat?” Rilla mengancam. Dan
sontak saja membuat Ryan kelabakan sehingga teledor dan tak
memperhatikan laju kendaraannya.
“Ryan awaaaas…” teriak Rilla dan sontak membuat Ryan kaget dan langsung
membanting stir ke kanan, tapi laju mobil tak dapat dikendali, sehingga
mobil menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan mobil itu
berguling-guling, entah berapa kali mobil itu terguling hingga
digulingan terakhir kondisi mobil sangat parah, mobil ini terbalik.
Bunyi klason ada dimana-mana, para pengguna jalan langsung panik
berlarian melihat korban yang masih tergeletak di dalam mobil. Rilla dan
Ryan mengalami luka yang cukup serius. Dan tubuh tak berdaya mereka
langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Seminggu sudah berlalu, meninggalkan kisah naas kecelakaan siang itu, meninggalkan bekas begitu dalam, jejak yang sampai kapanpun tak akan bisa dilupakan, perih terhenyut karena kehilangan tak mudah diterima dan perih karena luka akan sulit terobati. Hanya waktu.
Rilla membuka perlahan-lahan matanya, pandangannya masih buram, tidak begitu jelas dia dapat melihat, dipejamkan kembali matanya, terus dibuka kembali, tapi tetap saja samar-samar. Setelah hampir beberapa kali dia mencoba baru kini pandangan sudah kembali normal seperti biasanya.
“Alhamdulillah, kamu sudah siuman!” Mama mendekati tbuh lemas Rilla. Rilla hanya tersenyum.
“Ma, bagaimana dengan Ryan ma? Dia baik-baik aja kan?” Tanya Rilla tanpa
basa-basi. Mama tidak tahu harus menjawab apa, mama menundukkan
kepalanya, tak sanggup harus mengatakan apa lagi.
“Mama, kenapa diam aja?, ayo jawab pertanyaanku ma!” Rilla mulai menangis, perasaannya mulai tak tenang.
Mama mengulurkan sesuatu ke tangan Rilla, kertas berwarna Biru dan jelas itu sebuah surat.
“Ini apa ma?” Rilla mulai bingung, perasaannya semakin bercampur aduk.
Tapi tetap saja Mama tak menjawab, tetap diam membisu, bukan mama tak
ingin menjawab pertanyaan dari putrid kesayangannya ini, tapi mama
benar-benar tak mampu, tak mampu harus memberitahukan apa yang terjadi
sebenarnya, cukuplah surat itu saja yang menjelaskan keadaan yang
sebenarnya. Rilla menatap heran mamanya, tapi tangannya mulai membuka
surat itu dan membaca bait demi bait kata yang tertulis rapi.
25 februari 2013
06.20 wib
Selamat pagi manisku, lihat deh pagi datang kembali menjelang, menyapa
kita dengan senyuman. Setelah tiga hari koma mendatangiku, aku kembali
sadar, tapi kudapati dirimu masih tertidur pulas dengan mimpi indahmu.
Kata dokter kamu juga mengalami koma. Tapi hanya batas waktunya aja yang
berbeda.
Rilla menoleh kembali ke Mama, wajahnya menampakkan kebingungan. Apa maksud dari surat ini. Seperti itulah kira-kira wajahnya Rilla menjelaskan kebingungannya, tapi dia kembali membaca.
Manisku, mungkin aku tak bisa seperti dulu lagi, mengajakmu tertawa bersamaku seperti hal-hal lain yang sering kita lalui bersama. GOOG BYE adalah kata sangat aku benci, aku tak ingin meninggalkan seseorang yang aku cintai, tapi waktu, waktu membuat itu semua terjadi. Kamu jangan mempersalahkan keadaan dan jangan pula kamu menyalahkan waktu.
Rilla bertambah bingung, apalah maksudnya dengan semua ini, tapi Rilla dapat menagkap 2 kata GOOD BYE. Hatinya mulai tak tenang dan air mata pun mulai merambat untuk jatuh.
Bukan aku sok mengetahui tentang kematian atau tentang maut yang akan
menjemputku dan tentang tanah yang akan memintaku untuk kembali. Tapi,
firasatku mengatakannya, aku disadarkan dari koma ini hanya sebentar,
hanya memberi aku kesempatan untuk mengucapkan GOOD BYE padamu manisku,
saat aku hendak menemuimu, ku dapati dirimu masih tertidur pulas.
Kamu ingat siang itu? Siang sebelum kecelakaan naas itu terjadi, pasti
kamu ingat. Di hari itu aku memang lebih banyak melamun, bukan melamun
tentang cewek lain. Tapi, tentang mimpi, mimpi yang akan membuat aku
kehilanganmu, kamu pergi meninggalkanku tanpa alasan dan untungnya itu
hanya mimpi. Tapi mimpi itu jadi nyata, aku tetap kehilangan kamu, bukan
kamu yang pergi, tapi aku yang akan pergi, kali ini aku pergi bukan
untuk kembali, tapi aku pergi untuk selama-lamanya.
Mungkin saat kamu membaca surat ini aku telah pergi, pulang
kepangkuannya dan kembali ke tanah. Satu pintaku, biarkan aku pergi,
jangan menangis apalagi sampai mengeluarkan air matamu, aku pergi bukan
untuk ditangisi, aku pergi untuk didoakan.
I LOVE YOU
GOOD BYE
First love Ryan.
Rilla tak menangis, dia hanya diam. Tak tau apa yang akan
dilakukannya, menangis? Ryan melarangnya. Marah? Alasan apa yang akan
digunakannya. Benci? Kepada siapa dia akan benci, tuhan? Tuhan telah
membawa Ryan ke pangkuannya. Tanah? Tanah memang sewajarnya dia meminta
Ryan kembali pulang.
Dan tiba-tiba pandangan Rilla kembali buram, dan seketika langsung gelap gulita.
persahabatan
Tak bisa ungkap dengan kata apapun
Ini memang sangat membosankan
Ini begitu melelahkan
Bahkan, ini sangat menjengkelkan
Tubuh seakan beku dalam bongkahan es
Membeku tidak tahu kapan akan mencair
Yaa… itu benar sobat
Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton
Menerangi tubuh di dalam kegelapan
Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata
Ini sangat menyedihkan...
Namun.. ingatlah sobat..
Kau tidak sendiri
Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu
Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak
Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas
Karena itu lebih baik ku lihat
Dari pada kau terdiam kaku di bawah sorot lampu itu
Bagai seorang tokoh tanpa dialog.
Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
Sama seperti melihat keindahan wajahnya.
Sungguh kuat dia menghadapi ini semua. . .
Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.
Merasakan penderitaannya sendirian.
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .
Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap,
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti.....
Berada di atas awan.
Motivasi Hidup
MENCARI KEBAHAGIAN
Setiap orang mengeluh bahwa dirinya tidak bahagia. Hal ini disebabkan Ketika mencapai suatu level tertentu namun ketika melihat orang lain, ternyata kita ingin menjadi separti orang lain.
Negara dengan Indeks Happines tartinggi ternyata juga tidak bahagia.
Kebahagiaan bersifat relatif karena persepsinya berbeda dan berubah dari waktu ke waktu.
Siapa yang paling bahagia : Peraih Emas, Perak dan Perunggu.
Cara umum berbahagia : Mensyukuri apa yang sudah dimiliki dan tidak menyesali apa yang tidak dimiliki. Namun cenderung disalah artikan menjadi tidak mau berusaha, tidak mau menggali potensi dan berkelit dari tanggung jawab karena merasa sudah bahagia.
KeBahagiaan adalah deviasi dari tiga Faktor :
Persepsi : Diawal, Asumsi bahwa kebahagiaan diperoleh jika berada pada kondisi tertentu berdasarkan informasi dan pengalaman orang lain.
Potensi : Di tengah : Kebahagiaan dihitung berdasarkan besar kecil usaha untuk mencapai kebahagiaan bukan berdasarkan potensi
Prestasi : Kebahagiaan diukur berdasarkan apa yang dapat dilihat.
Prestasi bisa saja dicapai menjadi keberhasilan atau ketidakberhasilan. Namun kebahagiaan tetap bisa diperloleh walaupun tidak berhasil jika kita meyakini bahwa kita sudah mengerahkan semua potensi terbaik yang kita miliki.
Banyak orang menjalani hidup tapi tidak menikmati hidup karena berorientasi kepada Hasil bukan pada proses. Untuk dapat menikmati hidup maka kita harus menganggap bahwa setiap hari adalah hari terakhir kita dan menikmati proses yang terjadi.
Orang melihat kebahagiaan sebagai hasil dari kesuksesan. Padahal banyak orang sukses ternyata tidak Bahagia.
Ada 4 tipe manusia :
Sukses dan bahagia
Sukses tapi tidak bahagia
Tidak sukses tapi bahagia
Tidak sukses dan tidak bahagia
Musuh terbesar kebahagiaan adalah KEGAGALAN. Ketika seseorang Mengatakan Gagal maka dia menutup diri sendiri dari kemungkinan berhasil. Seharusnya Bukan Gagal tapi belum Berhasil. Orang yang tidak pernah Gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba dan itu adalah kegagalan terbesar. Kegagalan adalah cara Allah memberikan Inspirasi bahwa cara yang kita lakukan tidak tepat.
Tidak bahagia karena dasar kesuksesannya bukan kebahagiaan. Kita harus mengetahui letak akar kegagalan agar kita selalu bahagia. Gagal sebeanrnya bukan situasi tapi persepsi yang kita ciptakan sendiri. Persepsi kita bisa mengatakan bahwa gagal itu permanen atau temporer.
Kebahagiaan :
Positive Emotion
Engagement (Flowing/Keterlibatan) Ã Khusyu
Relationship
Meaning
Accomplishment
Orang sukses jika happines level lebih tinggi walaupun skill lebih rendah. Kalau bahagian tapi skill kurang maka akan mencari cara untuk meningkatkan skill.
Mencari Bahagia Menurut Al Qur’an :
Iman dan amal shaleh : 13:29, An Nahl : 97
Banyak mengingat Allah : An Nahl : 28
Bersandar kepada Allah : Thalaq:3
Cari peluang berbuat baik : Annisa :114
Tidak Panjang angan-angan dan tidak menyesali masa lalu
Fikirkan masa depan tapi jangan khwatirkan
Tidak meratapi kegagalan
Lihat Kelebihan dan tutupi kekurangan
Jangan berharap ucapan terima kasih dari manusia.
Pembentuk kebahagian :
Mindfullness à Khusyu : Menyatukan Jiwa, Pikiran dan Badan.Bangun lebih pagi :
Asah pikiran dan hati untuk mengembangkan diri
Olah raga
Bereskan hal2 kecil
Meditasi
ILMU PENGETAHUAN ALAM
Ilmu alam
pengalaman hidup
nah tiba-tiba ada yang bm aku gitu " del lo shooting skrg? dimana? bisa ketemu gaa? " dan ternyata itu adam, adam itu pemain TUKANG BUBUR NAIK HAJI, sesudah itu pokonya adam nyamperin aku tuh kelokasi shooting dan dia nemenin aku shooting sampe sore. karna abis gitu dia ada callingan buat shooting juga,
nah abis magrib tiba-tib ada yang liatin aku gitu pkonya aku risih bangetdeh yakarna tatapan dia gabanget gitu deh hahaha..
tautau jam 10 malem pun siorang itu gakpulang-pulang,disaat aku lagi shooting pun dia merhatiin aku gt haha pokonya aku jadi salah tingkah gt.. selesai aku break shooting jam set11 tibatiba crew manggil aku dan bilang " deeel tuh ada yang mau kenalan sama lo,lumayan lah anaknya sutradara tukang bubur naik haji "
abis gt sih aku pingin tau orangnya tuh yang mana, and then....... tautau ituuuuu orangnya yang tadi liatin aku terus, yapokonya aku kenalan gt yaa abis gt akhirnya si cowo tuh pulang juga hahah yeyeyeye..yakita bbman lah gt deh pokonya dia nanya aku org mana , yaterus aku jawab kalau aku orang bandung ehhhh dia jawab " eh bener nih orang bandung ? kebetuan besok gua ke bandung juga tuh. kita ketemu ya" nah dia nanya juga katanya aku beres shooting jam brp katanya.. aku bilang jam 2 shubuh kayanya. EHHHHH tautau di belakang mobil aku ada mobil dia, dia turun dari mobil dan dia ngasih apasi makanan chinnes gt deh..
terus besoknya dia ke bandung tuh bener gak harkos.. dia tanya alamat rumah ku gt pokonya dia kesasar juga ekekekekekkk kasian dah:(
abis gt kita jaan deh ke PVJ.. sampe jam 12 yeyeye..
-INI CERITA TERINDAHKU, MANA CERITA INDAHMU?
Cerpen Motivasi
“fadhia? sejak kapan kamu disini?” tanyaku dengan kening berkerut. Dia masih tersenyum.
“kira-kira 3 menit lebih 45 detik yang lalu,” jawabnya yang kuyakin asal. Ayolah, dia tak mungkin serajin itu menghitung menit juga detiknya.
“aku serius!” diletakannya jari telunjuk dan tengah di samping kepalanya membentuk huruf v. kugelengkan kepalaku melihat kelakuan sahabatku yang agak aneh ini. Kembali aku sibuk dengan kegiatan awalku, menikmati semilir angin yang berhembus nyaman di depan kelasku.
“hmm. Masih bermimpi menjadi pelukis?”
“hey! bukan bermimpi tapi impian!” aku menjitak pelan kepalanya membuat dia meringis dan menampakan mimik tak suka kepadaku.
“hey jangan pukul kepalaku! sakit tahu! lagi pula itu kan sama saja?”
“beda tahu! bermimpi itu hanya disaat kau tak sadar dan tak tahu apa yang sedang kau lakukan sedangkan impian itu adalah sesuatu yang teramat ingin kau capai,”
“ya biasa aja kali gak usah pake jitak-jitak,” aku hanya tersenyum malu seraya menunjukan deretan gigi rapiku kepadanya.
“memangnya kamu benar-benar ingin menjadi pelukis, sya? aslinya? seriusan?”
“fadhia sayang, fadhia cantik, fadhia imut sudah berapa kali aku bilang jika aku ingin menjadi seorang pelukis dan aku benar-benar serius,”
“iya sih, tapi, sya-” kulihat ada keraguan di wajah sahabat cantikku ini. Kudorong pelan jidatnya membuat dia meringis dan menatap tajam ke arahku lagi.
“kegagalan bukan akhir dari segalanyakan, dhi? proses menjadi sesuatu yang berharga itu tak semudah menyiram wajahmu dengan jus jeruk kan, dhi? aku hanya ingin mencoba menjadi sesuatu yang lebih indah lagi, dhi,” kusandarkan kepalaku di atas bahunya yang lebih tinggi dariku.
“hmm. Try to be something if you’re nothing. Try to be somebody if you’re nobody. But don’t try to be someone else-“
“just be yourself, iya kan?” aku tersenyum manis seraya memeluk pinggangnya erat.
“ayo kita wujudkuan impianmu bersama-sama dengan kekuatan impian yang kamu punya!” serunya semangat membuat aku terkekeh geli mendengarnya.
“hmm. Juga dengan kekuatan persahabat kita!” lanjutku pelan yang disetujui olehnya.
“jangan buat kekuatan itu terkikis hanya karena kegagalan, sya,” bisiknya pelan, aku mengangguk.
“jangan buat kekuatan persahabatan kita terkikis dengan pengkhianatan, dhi,” decakan pelan terdengar saat aku menirukan gayanya barusan.
“yang paling penting jangan pernah menyerah dan putus asa!” kukecup pipinya singkat lalu berlari setelah menjulurkan lidah ke arah gadis bertubuh ramping itu. aku sangat tahu jika dia paling tak suka dikecup. Kalian dengarkan teriakannya yang menggelegar itu? teriakan khasnya, fadhia. Sahabatku tercinta yang kini tengah berlari mengejarku. Aku tertawa puas tanpa menghentikan langkah kaki ini. Fadhia, mari kita wujudkan impianku bersama-sama dengan kekuatan impianku juga kekuatan persahabatan kita setelah itu mari kita cari impianmu, ahya, alasan kenapa dia menjadi sahabat teranehku karena dia tak punya impian. Dan itu sangat aneh.
Kita hadapi semuanya bersama, dhi!







